Dr. Ong Kim Poh

Dokter Spesialis Tulang (ortopedi)
Subspesialis: Hand & Microsurgery

Gleneagles Penang
Indonesia, Inggris, Melayu dan Mandarin

Cek Jadwal/Buat Janji
Dr. Ong Kim Poh

Gleneagles Penang
Indonesia, Inggris, Melayu dan Mandarin

Cek Jadwal/Buat Janji

Cerita Pasien BerobatKePenang.com

5.00
6 reviews
100%
pasien puas berobat
ke Dr. Ong Kim Poh
  • Sus*******ana
    5.0 tgl 10 October 2019
    Tdk ada masalah, Semua baik2 saja. Thx

Jadwal Praktek

Senin 08:30 - 12:30 & 14:00 - 16:30
Selasa 08:30 - 12:30 & 14:00 - 16:30
Rabu 08:30 - 12:30 & 14:00 - 16:30
Kamis 08:30 - 12:30 & 14:00 - 16:30
Jumat 08:30 - 12:30 & 14:00 - 16:30
Sabtu 08:30 - 12:30

Prosedur/Tindakan Medis

Trauma and fractures
Joint replacement surgery
Paediatric orthopaedic surgery
Limb lengthening
Spine surgery
Sports injury
Microsurgical replantation and reconstruction
Fingertip injuries
Nerves and vessels repair
Tendon repair and reconstruction
Hand and wrist fractures
Brachial plexus
Periphery nerve surgery


Dokter Tulang (ortopedi) Lainnya di Penang

Dokter Tulang (ortopedi) Lainnya di Penang


FAQ

Berikut cara cek jadwal dokter dan buat janji ketemu Dr. Ong Kim Poh:

  1. Berikan perkiraan tanggal Anda mau berobat ke kami.
  2. Kami akan konfirmasi dokter ada/tidak.
  3. Jika dokter ada, segera buat janji ketemu dengan mengirimkan foto depan passport Anda ke Kami. Jika dokter tidak ada, Kami akan info tanggal terdekat dokter ada.
  4. Setelah appointment dikonfirmasi, kami akan kirimkan bukti konfirmasinya.

Biaya untuk konsultasi awal dengan Dr. Ong Kim Poh umumnya berkisar antara 100 - 300 Ringgit (sekitar 350 - 1 juta rupiah), tidak termasuk biaya pemeriksaan penunjang. Informasi mengenai perkiraan biaya untuk tindakan lainnya, bisa ditanyakan di sini.

Senin s.d. Jumat jam 08.00 - 17.00 dan Sabtu jam 08.00 - 12.30 (setengah hari).

Pastikan dulu di sini apakah dokter sedang cuti atau tidak sebelum membeli tiket pesawat.

Sebagian pasien Dr. Ong Kim Poh berasal dari Indonesia, jadi dokter cukup fasih berbahasa Indonesia (setidaknya bahasa Melayu).